KELUARGA SEBAGAI TEMPAT PEMBINAAN AKHLAK PADA MASA KANAK-KANAK
Putri Utami
(2021116011)
Abstrak
Penulisan ini
bertujuan untuk mengungkap seberapa penting dan besar peranan keluarga terutama
kedua orang tua dalam pembinaan akhlak anak, tujuan dari pembinaan akhlak serta
bagaimana cara yang tepat dalam melakukan pembinaan anak pada masa kanak-kanak. Pembinaan akhlak anak sejak masa kanak-kanak sangatlah utama dan penting karena anak merupakan amanat dari Allah SWT yang harus dijaga dan
dilindungi dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang. Salah satu bentuk
dalam pemberian tanggung jawab dan kasih sayang tersebut yaitu dengan
memberikan pembinaan akhlak mulia sejak masa kanak-kanak agar dapat mencapai
masa depan dan kehidupan yang baik, damai, serta bahagia di dunia dan di akhirat.
Hal tersebut tidak terlepas dari peran keluarga terutama kedua orang tua dalam
membina, membimbing dan membangun akhlak anak sejak usia kecil karena keluarga
merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama sehingga dapat
memberikan pembinaan, pendidikan, dan bimbingan yang baik dan tepat.
Kata Kunci: Keluarga,
Pembinaan Akhlak, Masa Kanak-kanak
Pendahuluan
Pembinaan akhlak pada masa kanak-kanak sangatlah utama dan penting
terutama di kehidupan zaman modern ini. Pembinaan akhlak tersebut tentunya tidak terlepas dari
peran keluarga terutama kedua orang tua dalam memberikan dan menanamkan akhlak
pada anak agar anak dapat mencapai kehidupan yang baik, terarah, damai, bahagia
di dunia dan di akhirat.
Keluarga merupakan
lingkungan yang pertama dan utama dalam memberikan pembinaan akhlak karena anak
dapat mengenal dan memperoleh pendidikan pertama kali di lingkungan keluarga,
bahkan dapat berlangsung pada saat anak masih di dalam kandungan ibunya.
Dalam pembinaan akhlak
anak, pasti memiliki tujuan yang sangat penting dan bermanfaat. Untuk mencapai
tujuan dalam pembinaan akhlak tersebut tentunya terdapat beberapa metode atau
cara yang dapat digunakan oleh orang tua dalam membina anak-anaknya dimana
metode atau cara tersebut harus ditanamkan dan dipraktekkan sejak anak masih
kecil agar ia memiliki bekal ilmu, akhlak dan tujuan hidup yang baik.
Pembinaan akhlak
dalam keluarga merupakan dasar bagi perkembangan anak pada masa berikutnya. Di
dalam lingkungan keluarga segala sikap maupun tingkah laku orang tua sangat
berpengaruh terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, keluarga memiliki
peran yang sangat penting dalam pembinaan akhlak anak. Sikap dan tingkah laku orang tua yang baik
maka akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan anak begitupun
sebaliknya.
Menurut Abu Ahmadi (2004:108) keluarga adalah wadah yang sangat
penting di antara individu dan group, dan merupakan kelompok sosial yang
pertama dimana anak-anak menjadi anggotanya. Dan keluargalah yang sudah tentu
menjadi tempat untuk mengadakan sosialisasi kehidupan anak-anak. Ibu, ayah dan
saudara-saudaranya serta keluarga-keluarga yang lain adalah orang-orang yang
pertama dimana anak-anak mengadakan kontak dan yang pertama pula untuk mengajar
pada anak-anak itu sebagaimana dia hidup dengan orang lain.
Nurul Zuriah (2008:57) mengatakan “pembinaaan dapat diartikan
sebagai kegunaan yaitu merubah sesuatu sehingga menjadi baru yang memiliki
nilai-nilai yang tinggi. Dengan demikian pembinaan juga mengandung makna
sebagai pembaharuan, yaitu melakukan usaha-usaha untuk membuat sesuatu menjadi
lebih baik dan lebih bermanfaat”. Jadi,
dapat dikatakan bahwa pembinaan merupakan usaha dengan membimbing dan membentuk
sesuatu untuk berubah ke arah yang lebih baik dan lebih bermanfaat.
Di dalam
ajaran Islam, akhlak tidak dapat dipisahkan dengan iman. Iman merupakan
pengakuan hati. Akhlak merupakan pantulan iman pada perilaku dan ucapan. Iman
adalah maknawi, sedangkan akhlak merupakan bukti keimanan dalam perbuatan yang dilakukan
dengan kesadaran dan karena Allah semata.
Kata ‘’akhlak’’ berasal dari bahasa
arab, yaitu jama dari kata ‘’khuluq’’ yang secara ligustik
diartikan sebagai budi pekerti, perangai, tingkah laku, tabiat, tata krama,
sopan santun, adab dan tindakan. Adapun pengertian akhlak secara istilah
menurut Ibnu Miskawaih mengatakan akhlak ialah sifat yang tertanam di dalam diri yang
dapat mengeluarkan sesuatu perbuatan dengan senang dan mudah tanpa pemikiran,
penelitian dan paksaan, (Sofyan Sauri, 2011:6).
Masa kanak-kanak
dalam Islam digambarkan sebagai suatu keindahan dunia yang diliputi oleh
kebahagiaan, keindahan, cita-cita, cinta dan fantasi. Banyak sekali ayat-ayat
Al-Qur’an yang menunjukkan kecintaan Tuhan terhadap anak. Seperti dalam Qs.
Al-Kahfi ayat 46 Allah berfirman:
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ
وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
(46)
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi
amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu
serta lebih baik untuk menjadi harapan”. Qs. Al-Kahfi ayat 46.
Oleh karena itu
jelaslah bahwa perhatian Islam terhadap anak bahkan sudah dimulai sejak jauh
sebelum mereka dilahirkan, karena Islam memperhatikan pengembangan
intelektualitas yang sehat serta rencana masa depan anak. Untuk itu, manusia
diperintahkan untuk senantiasa mengamalkan aspek amaliyahnya pada realitas
ketundukkan pada Allah, tanpa batas, tanpa cacat, dan tanpa akhir. Sikap yang
demikian akan senantiasa mendorong dan menjadikannya untuk cenderung berbuat
kebaikan dan ketundukan pada ajaran Tuhannya, (Al-Rasyidin dan Samsul Nizar,
2008:11).
Pembahasan
Makna Kelurga sebagai Pembinaan Akhlak Anak
Menurut Yanuhar
Ilyas (2005:4), mengatakan bahwa lingkungan yang terdekat dengan kita adalah
lingkungan keluarga. Keakraban kita terhadap seluruh anggota keluarga
memungkinkan ketidaksungkanan terlontarnya kritik dan saran terhadap diri kita.
Jadi, lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang dapat
membentuk dan membangun akhlak anak. Oleh karena itu peran keluarga sangatlah
penting dan dibutuhkan untuk membina akhlak pada anak. Dalam hal pembinaan
tersebut peran kedua orang tua, saudara, sangatlah penting terutama peran
seorang ibu yang sangat lebih penting dalam pembinaaan akhlak anak karena ibu
adalah seseorang yang mengandung dan melahirkan anak sehingga jauh memiliki
ikatan batin dan rasa kenyamanan yang lebih kuat pada anak, oleh karena itu ibu
dijadikan sebagai tempat madrasah yang pertama dan utama bagi anak-anaknya
dalam lingkungan keluarga untuk meberikan pendidikan agama, membimbing dan
membina akhlak anak yang baik semenjak usia kanak-kanak.
Mansur (2009:271)
mengatakan pembinaan akhlak dalam keluarga menjadi ujung tombak bagi
pembentukan watak atau karakter bangsa. Apabila setiap keluarga mampu
menampilkan akhlak maka akan nampak pula akhlak dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Dengan demikian keluarga dipandang sebagai peletak dasar pembinaan
akhlak. Kedudukan keluarga sebagai lembaga pendidikan sangat vital, bagi
kelangsungan pendidikan generasi muda maupun bagi pembinaan bangsa pada
umumnya. Dengan demikian, keluarga merupakan institusi yang pertama kali bagi
anak dalam mendapatkan pendidikan dari orang tuanya. Jadi keluarga mempunyai
peran penting dalam pembentukan akhlak anak, oleh karena itu keluarga harus
memberikan pendidikan atau mengajar anak tentang akhlak mulia. Orang tua haruslah
mengajarkan nilai dengan berpegang teguh pada akhlak di dalam hidup,
membiasakan akhlak yang baik semenjak usia dini.
Peran Keluarga dalam Pembinaan Akhlak Anak
Kewajiban keluarga
dalam pembinaan akhlak adalah sebagai berikut:
1. Memberi contoh kepada anak dalam berakhlak mulia. Sebab, orang tua yang
tidak berhasil menguasai dirinya tentulah tidak sanggup meyakinkan anak-anaknya
untuk memegang akhlak yang diajarkannya
2. Menyediakan kesempatan kepada anak untuk mempraktikan akhlak mulia dalam
keadaan bagaimanapun
3. Memberi tanggung jawab sesuai dengan perkembangan anak. Pada awalnya
4. Orang tua harus memberikan pengertian terlebih dahulu, setelah itu baru
diberikan suatu kepercayaan pada diri anak itu sendiri.
5. Mengawasi dan mengarahkan anak agar selektivitas dalam bergaul.
Tujuan Pembinaan Akhlak
Anak
Pembinaan akhlak
pada masa kanak-kanak dilakukan agar anak terbiasa sejak kecil memiliki
perilaku baik dan memiliki hubungan yang baik terhadap Allah SWT dan sesama
makhluk yang ada disekitarnya. Hal tersebut seiring dengan dalam Barnawy Umary
(1984:2), yang mengatakan “tujuan atau pembinaan akhlak secara umum meliputi:
1. Supaya dapat
terbiasa melakukan yang baik, indah, mulia, terpuji serta menghindari yang
buruk, jelek, hina dan tercela.
2. Supaya perhubungan kita dengan Allah SWT dan dengan sesama makhluk selalu
terpelihara dengan baik dan harmonis.”
Untuk itu, peran
keluarga terutama orangtua harus dapat
membimbing dan membina anak-anaknya
dengan baik sesuai dengan akhlak yang
mulia.
Metode Pembinaan Akhlak
Anak
Adapun metode atau cara
yang dapat dilakukan orangtua dalam membina dan membentuk akhlak mulia pada
anak sejak kecil sesuai dengan tuntunan oleh Rasulullah SAW yaitu:
1. Menanamkan Tauhid dan Akidah yang Benar Kepada Anak
Hal yang tidak dapat dipungkiri
bahwa tauhid merupakan landasan Islam. Apabila seseorang benar tauhidnya, dia
akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa tauhid,
dia terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta
kecelakaan di akhirat. Tauhid merupakan pusat segala usaha dan tujuan dalam
setiap amal dan perbuatan. Oleh kerena itu, di dalam Al-Quran, Allah SWT.
kisahkan nasihat Luqman kepada anaknya. Dalam surah Luqman: 13:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا
تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13)
Artinya: Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia
memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan
Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang
besar".
2. Mengajari
Anak untuk Melaksanakan Ibadah
Hendaknya sejak kecil
putra-putri diajarkan beribadah dengan benar sesuai dengan tuntunan
Rasulullah SAW. Mulai dari tata cara bersuci, shalat, puasa, dan ibadah lainnya.
Apabila mereka dapat menjaga ketertiban shalat, ajak pula untuk menghadiri
shalat berjamaah di masjid. Dengan melatih anak sejak dini, mereka terbiasa
dengan ibadah-ibadah tersebut saat dewasa. Dengan demikian, semua hal tersebut
akan berguna untuk membiasakan anak taat kepada Allah SWT.
3. Mengajarkan Al-Quran, Hadis, Doa
dan Zikir yang Ringan kepada Anak
Hal ini, dapat dimulai
dengan mengajarkan Al-Quran surah Al-Fatihah dan surah-surah yang pendek serta
doa tahiyat untuk shalat. Kemudiaan menyediakan guru khusus untuk mengajari
tajwid, menghafal Al-Quran dan hadis. Begitu pula dengan doa dan zikir
sehari-hari. Hendaknya anak mulai menghafalkannya seperti doa ketika makan,
keluar masuk WC, dll.
4. Mendidik Anak dengan
Berbagai Adab dan Akhlak yang Mulia
Ajarilah anak dengan
berbagai adab yang islami, seperti makan dengan tangan kanan, mengucapkan
basmalah sebelum makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, dll. Begitu pula
dengan akhlak, tanamkan kepada anak akhlak-akhlak mulia,seperti berkata, dan
bersikap jujur, berbakti kepada orang tua, dermawan, menghormati yang lebih
tua, dan sayang kepada yang lebih muda, serta beragam akhlak lainnya.
Kiranya tidak diragukan
lagi bahwa keutamaan akhlak dan tingkah laku merupakan salah satu iman yang
meresap ke dalam kehidupan keberagamaan anak. Ia akan terbiasa dengan akhlak
yang mulia karena ia menyadari bahwa iman membentengi dirinya dari berbuat dosa
dan kebiasaan jelek.
5. Melarang Anak dari Berbagai
Perbuatan yang Diharamkan
Hendaknya anak sedini
mungkin diperingatkan dari beragam perbuatan yang tidak baik atau diharamkan,
seperti merokok, judi, minuman khamar, mencuri, mengambil hak orang lain, dll.
Ada banyak ayat dalam Al-Quran yang harus diperhatikan oleh setiap muslim. Satu
dari sekian banyak isyarat itu adalah pokok-pokok pendidikan anak yang
dilakukan oleh seorang ahli hikmah bernama Luqman. Allah SWT. mengabdikan
keberhasilan Luqman dalam mendidik anak-anaknya di dalam Al-Quran surah Luqman
ayat 13-16.
Artinya: ‘’Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada
anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah
kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah
benar-benar kezaliman yang besar". Dan kami perintahkan kepada manusia
(berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam
keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.
Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah
kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu
yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti
keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan
orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan
kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan. (Luqman berkata): "Hai anakku,
Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam
batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya
(membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui’’.
Dari ayat tersebut
dijelaskan, ada tiga pokok pendidikan yang harus ditanamkan orang tua kepada
anaknya:
a. Memiliki tauhid yang mantap
Memiliki tauhid atau iman yang mantap merupakan sesuatu yang penting dalam
kehidupan seorang muslim. Dengan iman yang mantap, seseorang akan memiliki
akhlak yang mulia sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda, ‘’Mukmin yang
sempurna imannya adalah yang bagus akhlaknya’’. (H.R. Tirmidzi).
b. Berbuat baik kepada Orang tua
Disamping iman yang mantap, yang harus ditanamkan oleh orang tua terhadap
anaknya adalah berbuat baik kepada orang tua. Oleh karena itu, Rasulullah SAW.
menekankan kepada para sahabatnya agar berbuat baik kepada orang tua. Ketika
ada sahabat bertanya tentang siapa yang harus dicintai dalam hidup ini, Rasul
menjawab,’’Allah dan Rasulnya’’. Lalu, sahabat itu bertanya lagi,
‘’siapa lagi ya Rasul’’. Rasul menjawab, ‘’ibumu’’, jawaban
ini dikemukakan Rasul hingga tiga kali, setelah itu, ‘’bapakmu’’.
Berkata ‘’ah’’ kepada orang tua juga dilarang karena hal itu sangat menyakitkan
orang tua.
c. Bertanggung jawab dalam berbuat
Pokok pendidikan anak yang ketiga yang ditanamkan Luqman kepada anaknya
adalah rasa tanggung jawab. Seluruh yang dilakukan oleh manusia akan ada pertanggungjawabannya
di akhirat atau ada balasannya, amal baik akan dibalas dengan kebaikan dan amal
buruk akan dibalas dengan keburukan, (Dindin Jamaluddin, 2013:59-63).
Dengan menggunakan
metode-metode yang telah dituntunkan Rasulullah di atas, maka akan membantu mempermudah
peran keluarga terutama kedua orangtua dalam membina akhlak anak sejak kecil
sehingga dapat mewujudkan akhlak mulia pada anak dan mencapai masa depan
serta kehidupan yang damai, bahagia di
dunia dan di akhirat.
Penutup
Keluarga merupakan lingkungan dan wadah yang paling utama dan penting dalam
pembinaan akhlak anak pada masa kanak-kanak. Terutama peranan kedua orang tua
yang sangat penting dalam membantu pembinaan dan pembentukan akhlak mulia pada
anak sejak usia kecil. Salah satu contoh peranan orang tua dalam pembinaan
akhlak anak yaitu dengan memberikan contoh kepada anak dalam berakhlak mulia.
Adapun tujuan dari pembinaan akhlak pada anak sejak kecil yaitu agar anak
memiliki sikap dan kebiasaan yang baik, indah, mulia, terpuji serta menghindari
hal-hal atau perilaku yang buruk atau tercela. Selain itu, supaya anak memiliki
hubungan dengan Allah SWT dan sesama makhluk yang baik dan harmonis sejak kecil
sehingga dalam kehidupannya terarah, damai, bahagia di dunia dan di akhirat.
Dalam pembinaan akhlak anak ada beberapa metode atau cara yang dapat
digunakan oleh orangtua sesuai dengan yang di tuntunkan oleh Rasulullah SAW
yaitu dengan menanamkan, mengajarkan dan menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang
positif dalam agama Islam seperti: menanamkan tauhid dan akidah yang benar pada
anak, mengajari anak untuk melaksanakan ibadah, mengajarkan Al-Quran, hadis,
doa dan zikir yang ringan kepada anak, mendidik anak dengan berbagai adab dan
akhlak yang mulia serta melarang anak dari perbuatan yang diharamkan.
Daftar Pustaka
Ahmadi, Abu.2004.Sosiologi
Pendidikan.Jakarta: Asdy Mahasatya.
Ilyas, Yanuhar.1999.Kuliah
Akhlak.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Jamaluddin,
Dindidn.2013.Paradigma Pendidikan Anak dalam Islam.Bandung: Pustaka Setia.
Mansur.2009.Pendidikan
Anak Usia Dini dalam Islam.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nizar, Samsul dan
Al-Rasyidin.2008.Filsafat Pendidikan Islam.Jakarta: Ciputat Pers.
Sauri, Sofyan.2006.Membangun
Komunikasi dalam Keluarga (Kajian Nilai Religi, Sosial, dan Edukatif).Bandung:
Genesindo.
Umari, Barnawy.1984.Materi
Akhlak.Sala: Ramdhani.
Zuriah, Nurul.2008.Pendidikan
Moral dan Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan. Jakarta: Bumi Aksara.