Senin, 14 Mei 2018

Keluarga sebagai Tempat Pembinaan Akhlak pada Masa Kanak-kanak



KELUARGA SEBAGAI TEMPAT PEMBINAAN AKHLAK PADA MASA KANAK-KANAK
Putri Utami
(2021116011)



Abstrak
Penulisan ini bertujuan untuk mengungkap seberapa penting dan besar peranan keluarga terutama kedua orang tua dalam pembinaan akhlak anak, tujuan dari pembinaan akhlak serta bagaimana cara yang tepat dalam melakukan pembinaan anak pada masa kanak-kanak. Pembinaan akhlak anak sejak masa kanak-kanak sangatlah utama dan penting karena anak merupakan amanat dari Allah SWT yang harus dijaga dan dilindungi dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang. Salah satu bentuk dalam pemberian tanggung jawab dan kasih sayang tersebut yaitu dengan memberikan pembinaan akhlak mulia sejak masa kanak-kanak agar dapat mencapai masa depan dan kehidupan yang baik, damai, serta bahagia di dunia dan di akhirat. Hal tersebut tidak terlepas dari peran keluarga terutama kedua orang tua dalam membina, membimbing dan membangun akhlak anak sejak usia kecil karena keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama sehingga dapat memberikan pembinaan, pendidikan, dan bimbingan yang baik dan tepat.

Kata Kunci: Keluarga, Pembinaan Akhlak, Masa Kanak-kanak

Pendahuluan
           Pembinaan akhlak pada masa kanak-kanak sangatlah utama dan penting terutama di kehidupan zaman modern ini. Pembinaan  akhlak tersebut tentunya tidak terlepas dari peran keluarga terutama kedua orang tua dalam memberikan dan menanamkan akhlak pada anak agar anak dapat mencapai kehidupan yang baik, terarah, damai, bahagia di dunia dan di akhirat.
         Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama dalam memberikan pembinaan akhlak karena anak dapat mengenal dan memperoleh pendidikan pertama kali di lingkungan keluarga, bahkan dapat berlangsung pada saat anak masih di dalam kandungan ibunya.
            Dalam pembinaan akhlak anak, pasti memiliki tujuan yang sangat penting dan bermanfaat. Untuk mencapai tujuan dalam pembinaan akhlak tersebut tentunya terdapat beberapa metode atau cara yang dapat digunakan oleh orang tua dalam membina anak-anaknya dimana metode atau cara tersebut harus ditanamkan dan dipraktekkan sejak anak masih kecil agar ia memiliki bekal ilmu, akhlak dan tujuan hidup yang baik.
            Pembinaan akhlak dalam keluarga merupakan dasar bagi perkembangan anak pada masa berikutnya. Di dalam lingkungan keluarga segala sikap maupun tingkah laku orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pembinaan akhlak anak.  Sikap dan tingkah laku orang tua yang baik maka akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan anak begitupun sebaliknya.
Menurut Abu Ahmadi (2004:108) keluarga adalah wadah yang sangat penting di antara individu dan group, dan merupakan kelompok sosial yang pertama dimana anak-anak menjadi anggotanya. Dan keluargalah yang sudah tentu menjadi tempat untuk mengadakan sosialisasi kehidupan anak-anak. Ibu, ayah dan saudara-saudaranya serta keluarga-keluarga yang lain adalah orang-orang yang pertama dimana anak-anak mengadakan kontak dan yang pertama pula untuk mengajar pada anak-anak itu sebagaimana dia hidup dengan orang lain.
Nurul Zuriah (2008:57) mengatakan “pembinaaan dapat diartikan sebagai kegunaan yaitu merubah sesuatu sehingga menjadi baru yang memiliki nilai-nilai yang tinggi. Dengan demikian pembinaan juga mengandung makna sebagai pembaharuan, yaitu melakukan usaha-usaha untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat”.  Jadi, dapat dikatakan bahwa pembinaan merupakan usaha dengan membimbing dan membentuk sesuatu untuk berubah ke arah yang lebih baik dan lebih bermanfaat.
            Di dalam ajaran Islam, akhlak tidak dapat dipisahkan dengan iman. Iman merupakan pengakuan hati. Akhlak merupakan pantulan iman pada perilaku dan ucapan. Iman adalah maknawi, sedangkan akhlak merupakan bukti keimanan dalam perbuatan yang dilakukan dengan kesadaran dan karena Allah semata.
Kata ‘’akhlak’’ berasal dari bahasa arab, yaitu jama dari kata ‘’khuluq’’ yang secara ligustik diartikan sebagai budi pekerti, perangai, tingkah laku, tabiat, tata krama, sopan santun, adab dan tindakan. Adapun pengertian akhlak secara istilah menurut Ibnu Miskawaih mengatakan akhlak  ialah sifat yang tertanam di dalam diri yang dapat mengeluarkan sesuatu perbuatan dengan senang dan mudah tanpa pemikiran, penelitian dan paksaan, (Sofyan Sauri, 2011:6).
            Masa kanak-kanak dalam Islam digambarkan sebagai suatu keindahan dunia yang diliputi oleh kebahagiaan, keindahan, cita-cita, cinta dan fantasi. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan kecintaan Tuhan terhadap anak. Seperti dalam Qs. Al-Kahfi ayat 46 Allah berfirman:
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا (46)
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. Qs. Al-Kahfi ayat 46.
            Oleh karena itu jelaslah bahwa perhatian Islam terhadap anak bahkan sudah dimulai sejak jauh sebelum mereka dilahirkan, karena Islam memperhatikan pengembangan intelektualitas yang sehat serta rencana masa depan anak. Untuk itu, manusia diperintahkan untuk senantiasa mengamalkan aspek amaliyahnya pada realitas ketundukkan pada Allah, tanpa batas, tanpa cacat, dan tanpa akhir. Sikap yang demikian akan senantiasa mendorong dan menjadikannya untuk cenderung berbuat kebaikan dan ketundukan pada ajaran Tuhannya, (Al-Rasyidin dan Samsul Nizar, 2008:11).

Pembahasan
Makna Kelurga sebagai Pembinaan Akhlak Anak
            Menurut Yanuhar Ilyas (2005:4), mengatakan bahwa lingkungan yang terdekat dengan kita adalah lingkungan keluarga. Keakraban kita terhadap seluruh anggota keluarga memungkinkan ketidaksungkanan terlontarnya kritik dan saran terhadap diri kita. Jadi, lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang dapat membentuk dan membangun akhlak anak. Oleh karena itu peran keluarga sangatlah penting dan dibutuhkan untuk membina akhlak pada anak. Dalam hal pembinaan tersebut peran kedua orang tua, saudara, sangatlah penting terutama peran seorang ibu yang sangat lebih penting dalam pembinaaan akhlak anak karena ibu adalah seseorang yang mengandung dan melahirkan anak sehingga jauh memiliki ikatan batin dan rasa kenyamanan yang lebih kuat pada anak, oleh karena itu ibu dijadikan sebagai tempat madrasah yang pertama dan utama bagi anak-anaknya dalam lingkungan keluarga untuk meberikan pendidikan agama, membimbing dan membina akhlak anak yang baik semenjak usia kanak-kanak.
Mansur (2009:271) mengatakan pembinaan akhlak dalam keluarga menjadi ujung tombak bagi pembentukan watak atau karakter bangsa. Apabila setiap keluarga mampu menampilkan akhlak maka akan nampak pula akhlak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian keluarga dipandang sebagai peletak dasar pembinaan akhlak. Kedudukan keluarga sebagai lembaga pendidikan sangat vital, bagi kelangsungan pendidikan generasi muda maupun bagi pembinaan bangsa pada umumnya. Dengan demikian, keluarga merupakan institusi yang pertama kali bagi anak dalam mendapatkan pendidikan dari orang tuanya. Jadi keluarga mempunyai peran penting dalam pembentukan akhlak anak, oleh karena itu keluarga harus memberikan pendidikan atau mengajar anak tentang akhlak mulia. Orang tua haruslah mengajarkan nilai dengan berpegang teguh pada akhlak di dalam hidup, membiasakan akhlak yang baik semenjak usia dini.

Peran Keluarga dalam Pembinaan Akhlak Anak
Kewajiban keluarga dalam pembinaan akhlak adalah sebagai berikut:
1.      Memberi contoh kepada anak dalam berakhlak mulia. Sebab, orang tua yang tidak berhasil menguasai dirinya tentulah tidak sanggup meyakinkan anak-anaknya untuk memegang akhlak yang diajarkannya
2.      Menyediakan kesempatan kepada anak untuk mempraktikan akhlak mulia dalam keadaan bagaimanapun
3.      Memberi tanggung jawab sesuai dengan perkembangan anak. Pada awalnya
4.      Orang tua harus memberikan pengertian terlebih dahulu, setelah itu baru diberikan suatu kepercayaan pada diri anak itu sendiri.
5.      Mengawasi dan mengarahkan anak agar selektivitas dalam bergaul.

Tujuan Pembinaan Akhlak Anak
            Pembinaan akhlak pada masa kanak-kanak dilakukan agar anak terbiasa sejak kecil memiliki perilaku baik dan memiliki hubungan yang baik terhadap Allah SWT dan sesama makhluk yang ada disekitarnya. Hal tersebut seiring dengan dalam Barnawy Umary (1984:2), yang mengatakan “tujuan atau pembinaan akhlak secara umum meliputi:
1.      Supaya dapat terbiasa melakukan yang baik, indah, mulia, terpuji serta menghindari yang buruk, jelek, hina dan tercela. 
2.      Supaya perhubungan kita dengan Allah SWT dan dengan sesama makhluk selalu terpelihara dengan baik dan harmonis.”
Untuk itu, peran keluarga terutama orangtua  harus dapat membimbing  dan membina anak-anaknya dengan baik  sesuai dengan akhlak yang mulia.

Metode Pembinaan Akhlak Anak
Adapun metode atau cara yang dapat dilakukan orangtua dalam membina dan membentuk akhlak mulia pada anak sejak kecil sesuai dengan tuntunan oleh Rasulullah SAW yaitu:
1.      Menanamkan Tauhid dan Akidah yang Benar Kepada Anak
Hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa tauhid merupakan landasan Islam. Apabila seseorang benar tauhidnya, dia akan mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, tanpa tauhid, dia terjatuh ke dalam kesyirikan dan akan menemui kecelakaan di dunia serta kecelakaan di akhirat. Tauhid merupakan pusat segala usaha dan tujuan dalam setiap amal dan perbuatan. Oleh kerena itu, di dalam Al-Quran, Allah SWT. kisahkan nasihat Luqman kepada anaknya. Dalam surah Luqman: 13:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13)

ArtinyaDan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

2.   Mengajari Anak untuk Melaksanakan Ibadah
Hendaknya sejak kecil putra-putri diajarkan beribadah dengan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Mulai dari tata cara bersuci, shalat, puasa, dan ibadah lainnya. Apabila mereka dapat menjaga ketertiban shalat, ajak pula untuk menghadiri shalat berjamaah di masjid. Dengan melatih anak sejak dini, mereka terbiasa dengan ibadah-ibadah tersebut saat dewasa. Dengan demikian, semua hal tersebut akan berguna untuk membiasakan anak taat kepada Allah SWT. 
3.   Mengajarkan Al-Quran, Hadis, Doa dan Zikir yang Ringan kepada Anak
Hal ini, dapat dimulai dengan mengajarkan Al-Quran surah Al-Fatihah dan surah-surah yang pendek serta doa tahiyat untuk shalat. Kemudiaan menyediakan guru khusus untuk mengajari tajwid, menghafal Al-Quran dan hadis. Begitu pula dengan doa dan zikir sehari-hari. Hendaknya anak mulai menghafalkannya seperti doa ketika makan, keluar masuk WC, dll.
4.    Mendidik Anak dengan Berbagai Adab dan Akhlak yang Mulia
Ajarilah anak dengan berbagai adab yang islami, seperti makan dengan tangan kanan, mengucapkan basmalah sebelum makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, dll. Begitu pula dengan akhlak, tanamkan kepada anak akhlak-akhlak mulia,seperti berkata, dan bersikap jujur, berbakti kepada orang tua, dermawan, menghormati yang lebih tua, dan sayang kepada yang lebih muda, serta beragam akhlak lainnya.    
Kiranya tidak diragukan lagi bahwa keutamaan akhlak dan tingkah laku merupakan salah satu iman yang meresap ke dalam kehidupan keberagamaan anak. Ia akan terbiasa dengan akhlak yang mulia karena ia menyadari bahwa iman membentengi dirinya dari berbuat dosa dan kebiasaan jelek.
5.   Melarang Anak dari Berbagai Perbuatan yang Diharamkan
Hendaknya anak sedini mungkin diperingatkan dari beragam perbuatan yang tidak baik atau diharamkan, seperti merokok, judi, minuman khamar, mencuri, mengambil hak orang lain, dll. Ada banyak ayat dalam Al-Quran yang harus diperhatikan oleh setiap muslim. Satu dari sekian banyak isyarat itu adalah pokok-pokok pendidikan anak yang dilakukan oleh seorang ahli hikmah bernama Luqman. Allah SWT. mengabdikan keberhasilan Luqman dalam mendidik anak-anaknya di dalam Al-Quran surah Luqman ayat 13-16.
Artinya: ‘’Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan. (Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui’’.
Dari ayat tersebut dijelaskan, ada tiga pokok pendidikan yang harus ditanamkan orang tua kepada anaknya:
a. Memiliki tauhid yang mantap
Memiliki tauhid atau iman yang mantap merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan seorang muslim. Dengan iman yang mantap, seseorang akan memiliki akhlak yang mulia sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda, ‘’Mukmin yang sempurna imannya adalah yang bagus akhlaknya’’. (H.R. Tirmidzi).
b. Berbuat baik kepada Orang tua
Disamping iman yang mantap, yang harus ditanamkan oleh orang tua terhadap anaknya adalah berbuat baik kepada orang tua. Oleh karena itu, Rasulullah SAW. menekankan kepada para sahabatnya agar berbuat baik kepada orang tua. Ketika ada sahabat bertanya tentang siapa yang harus dicintai dalam hidup ini, Rasul menjawab,’’Allah dan Rasulnya’’. Lalu, sahabat itu bertanya lagi, ‘’siapa lagi ya Rasul’’. Rasul menjawab, ‘’ibumu’’, jawaban ini dikemukakan Rasul hingga tiga kali, setelah itu, ‘’bapakmu’’. Berkata ‘’ah’’ kepada orang tua juga dilarang karena hal itu sangat menyakitkan orang tua.
c.  Bertanggung jawab dalam berbuat
Pokok pendidikan anak yang ketiga yang ditanamkan Luqman kepada anaknya adalah rasa tanggung jawab. Seluruh yang dilakukan oleh manusia akan ada pertanggungjawabannya di akhirat atau ada balasannya, amal baik akan dibalas dengan kebaikan dan amal buruk akan dibalas dengan keburukan, (Dindin Jamaluddin, 2013:59-63).
Dengan menggunakan metode-metode yang telah dituntunkan Rasulullah di atas, maka akan membantu mempermudah peran keluarga terutama kedua orangtua dalam membina akhlak anak sejak kecil sehingga dapat mewujudkan akhlak mulia pada anak dan mencapai masa depan serta  kehidupan yang damai, bahagia di dunia dan di akhirat.

Penutup
Keluarga merupakan lingkungan dan wadah yang paling utama dan penting dalam pembinaan akhlak anak pada masa kanak-kanak. Terutama peranan kedua orang tua yang sangat penting dalam membantu pembinaan dan pembentukan akhlak mulia pada anak sejak usia kecil. Salah satu contoh peranan orang tua dalam pembinaan akhlak anak yaitu dengan memberikan contoh kepada anak dalam berakhlak mulia.
Adapun tujuan dari pembinaan akhlak pada anak sejak kecil yaitu agar anak memiliki sikap dan kebiasaan yang baik, indah, mulia, terpuji serta menghindari hal-hal atau perilaku yang buruk atau tercela. Selain itu, supaya anak memiliki hubungan dengan Allah SWT dan sesama makhluk yang baik dan harmonis sejak kecil sehingga dalam kehidupannya terarah, damai, bahagia di dunia dan di akhirat.
Dalam pembinaan akhlak anak ada beberapa metode atau cara yang dapat digunakan oleh orangtua sesuai dengan yang di tuntunkan oleh Rasulullah SAW yaitu dengan menanamkan, mengajarkan dan menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang positif dalam agama Islam seperti: menanamkan tauhid dan akidah yang benar pada anak, mengajari anak untuk melaksanakan ibadah, mengajarkan Al-Quran, hadis, doa dan zikir yang ringan kepada anak, mendidik anak dengan berbagai adab dan akhlak yang mulia serta melarang anak dari perbuatan yang diharamkan.


Daftar Pustaka
Ahmadi, Abu.2004.Sosiologi Pendidikan.Jakarta: Asdy Mahasatya.
Ilyas, Yanuhar.1999.Kuliah Akhlak.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Jamaluddin, Dindidn.2013.Paradigma Pendidikan Anak dalam Islam.Bandung: Pustaka Setia.
Mansur.2009.Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nizar, Samsul dan Al-Rasyidin.2008.Filsafat Pendidikan Islam.Jakarta: Ciputat Pers.
Sauri, Sofyan.2006.Membangun Komunikasi dalam Keluarga (Kajian Nilai Religi, Sosial, dan Edukatif).Bandung: Genesindo.
Umari, Barnawy.1984.Materi Akhlak.Sala: Ramdhani.
Zuriah, Nurul.2008.Pendidikan Moral dan Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan. Jakarta: Bumi Aksara.
           

32 komentar:

  1. Pada jurnal yg anda buat ini , penulisannya sudah sesuai dengan unsur-unsur prnulisan jurnal dan juga penulisannya sudah rapi dan bagus😊

    BalasHapus
  2. Artikelnya sudah sesuai strukturnya. Semoga bisa bermanfaat ya aamiin .

    BalasHapus
  3. Dari judulnya mungkin kata "dalam" bisa dihapus akan tetapi Isinya sangat luar biasa semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas kritik dan sarannya. Nanti akan saya perbaiki. Amiin. ☺

      Hapus
  4. Pada jurnal ini, saya masih melihat terdapat penulisan huruf kapital yang kurang sesuai. Tetapi menurut saya penulisannya sudah bagus dan sesuai strukturnya.Isinya sangat luar biasa. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin. Terimakasih atas kritik dan sarannya. Kedepannya akan saya perbaiki.

      Hapus
  5. Penulisan sudah rapi
    Hanya saja saya juga masih bingung, sebenarnya kesimpulan di jurnal diberi subbab "penutup" atau "kesimpulan"
    Over all, bagus dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, Amiin. Terimakasih atas kommentarnya. saya berusaha menjawab kebingungan anda, menurut saya dan sepengetahuan saya, jika dalam sistematika artikel jurnal ilmiah hasil penelitian lebih kepada menggunakan subbab Simpulan (saran).Namun, jika pada sistematika artikel jurnal ilmiah non penelitian menggunakan subbab penutup/simpulan. Jadi, menurut saya menggunakan subbab penutup itu boleh menggunakan subbab simpulan juga boleh. Mohon maaf jika jawaban saya kurang sesuai dan tidak berkenan di hati anda. Terimakasih. :)

      Hapus
  6. Penulisan sudah rapi
    Hanya saja saya juga masih bingung, sebenarnya kesimpulan di jurnal diberi subbab "penutup" atau "kesimpulan"
    Over all, bagus dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  7. Artikel yang sangat bagus,,, coba jelaskan menurut anda,jika ada ada seorang anak yg mengalami broken home, apa bisa akhlaknya bisa terbentuk ,,,sedangkan orang tuanya tidak bersatu lagi?
    Tolong jelaskan min,, makasih sebelumnya😂
    Sukses selalu dalam menulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelumnya terimakasih atas komentarnya. saya akan berusaha menjawab pertanyaan anda.Menurut saya, jika ada anak korban broken home, akhlaknya masih bisa terbentuk meskipun orang tuanya tidak bersatu lagi.Karena dalam ruang lingkup keluarga tidah hanya orang tua saja melainkan juga terdapat saudara,kakek, nenek, dimana ketika orang tua sudah tidak bisa bahkan tidak peduli akan pembinaan akhlak anak, maka peran orang tua tersebut sudah selayaknya bisa digantikan oleh sudara, kakek, nenek, maupun keluarga yang terdekat yang mana mereka masih bisa memberikan pembinaan akhlak yang mulia.jikalau mereka tidak bisa atau tidak mampu, maka menurut saya alangkah baiknya jika anak tersebut kita titipkan atau serahkan kepada pihak yang mampu membina akhlak dengan baik seperti di pondokkan di pesantren dimana disana pasti akan mendapatkan pembinaan akhlak yang baik. Mohon maaf jika ada kesalahan atau tidak kesesuaian dengan jawaban saya. Terimakasih. :)

      Hapus
  8. Yak alhamdulillah bermanfaat mbak putri bagi kita sebagai calon orangtua, sehingga bisa jadi bekal buat kita dimasa mendatang insyaAllah☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. Amiin.Terimakasih atas komentarnya. :)

      Hapus
  9. Tulisanya enak di baca, isinya juga mengena banget tentang Pembinaan akhlak anak..👍

    BalasHapus
  10. Artikelnya sangat menarik....dengan artikel ini kita sebagai calon orang tua bisa membimbing dan membina anak-anak kita sesuai dengan tujuan dan menggunakan metode pembinaan akhlak kpd anak....supaya kelak anak-anak kita mampu menjadi insan yang berakhlak mulia..

    BalasHapus
  11. Artikel yang bermanfaat, khususnya bagi kita sebagai calon orangtua kelak. Dengan artikel ini kita dapat menangkap bagaimana pembinaan akhlak yang baik yang harus diterapkan pada diri anak dari sejak kecil hingga dewasa nanti.
    Menurut anda, bagaimana jika penanaman akhlak anak bkn dari keluarga / orangtua sendiri melainkan dari orang lain karena kesibukan dari orangtua itu sendiri. Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya jika pembinaan akhlak anak dilakukan oleh orang lain dikarenakan orangtuanya sibuk tidak apa. Karena yang terpenting disini anak tetap mendapatkan pembinaan akhlak yang baik meskipun pembinaan tersebut didapatkan dari orang lain. Namun, menurut saya akan lebih baik lagi jika sesibuk-sibuknya orangtua tetap harus bisa membagi waktu untuk anaknya dalam hal ini khusus dalam pendidikan dan pembinaan akhlak yang baik. Karena memang sudah sewajibnya peran orangtua harus membina akhlak anak sejak kecil. Dalam Qs. Al-anfal ayat 28 juga telah dijelaskan bahwasannya salah satu ujian yang diberikan Allah SWT pada orangtua adalah anak-anak mereka. Karena itu orangtua harus benar-benar bertanggungjawab atas amanah yang diberikan Allah SWT sekaligus menjadi batu ujian yang harus dijalankan. Jika anak yang di didik mengikuti ajaran islam dan memiliki akhlak yang mulia maka orang tua akan mendapatkan pahala yang besar dari hasil ketaatan mereka. Jadi, hendaknya sesibuk-sibuknya orang tua mereka harus tetap bertanggung jawab atas pembinaan akhlak anak karena memang sudah sepatutnya yang memiliki peran utama dalam pembinaan akhlak anak adalah orangtua. Terimakasih. :)

      Hapus
  12. Jurnal yang anda buat sudah baik dan bermanfaat, terutama bagi saya sendiri. Karena dalam jurnal tersebut menjelaskan mengenai 'keluarga sebagai tempat penanaman akhlak pada masa kanak-kanak'.
    Saya ingin sedikit bertanya, kenapa anda memilih topik tersebut untuk di jadikan sebagai jurnal ilmiah ini. Terimakasih .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena seperti dilihat pada zaman sekarang ini banyal sekali anak yang bisa dikatakan kurang memiliki akhlak yang baik. Dan hal tersebut tentunya juga dipengaruhi oleh faktor keluarga terutama orang tua dalam pembinaan akhlak tersebut dimana sekarang ini banyak orang tua yang kurang bertanggung jawab dalam pembinaan akhlak anak. Karena itu saya mengambil topik tentang "Keluarga sebagai Tempat Pembinaan Akhlak pada Masa Kanak-kanak" agar dapat menambah wawasan pembaca tentang seberapa pentingkah peran keluarga dalam pembinaan akhlak anak, tujuannya apa, dan metode yang tepat bagaimana. Dimana ketika pembaca membaca artikel ini dapat menambah wawasan dan khususnya bagi orangtua dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Terimakasih. :)

      Hapus
  13. Sangat menginspirasi.
    Perlu kita ketahui peranan yang utama dan yang paling penting adalah keluarga.
    Jika seorang anak kurang mendapatkan perhatian atau keluarga tidak memberikan penerapan pada anak, maka bisa jadi anak tersebut tidak memperdulikan dengan kepribadian atau masa depannya. Maka dari itu, peranan keluarga sangat penting. Terutama peranan dari orangtua. Agar anak mendapatkan didikan yang baik dari segi internal maupun internal. Dan, bisa menjadi generasi penerus bangsa yang sholeh sholeha. Amin.
    Terimakasih telah memberikan pengetahuan dan pembelajaran.
    Semoga mendapatkan keberkahan.
    Ditunggu karya yang selanjutnya.
    Good luck :)

    BalasHapus
  14. Subhanallah artikel ini mengenai pembinaan akhlak, sangat bermanfaat sekali bagi semua org yg membacanya.
    Semoga dengan membaca artikel ini, bisa meningkatkan akhlak yg baik lagi bagi kita semua.

    BalasHapus
  15. Sangat bermanfaat, sudah bagus artikel jurnal ilmiah nya, lanjut kan 😃

    BalasHapus
  16. Artikelnya bagus sangat bermanfaat bagi pembaca,semangat berkarya😊good luck

    BalasHapus

Keluarga sebagai Tempat Pembinaan Akhlak pada Masa Kanak-kanak

KELUARGA SEBAGAI TEMPAT PEMBINAAN AKHLAK PADA MASA KANAK-KANAK Putri Utami (2021116011) Abstrak Penulisan ini bertujuan unt...